Apa Motivasi itu?

Dikalangan para ahli muncul berbagai pendapat tentang motivasi.
Ada KESAMAAN yaitu;
motivasi merupakan suatu tenaga atau faktor yang terdapat di dalam diri manusia, yang meuimbulkan, mengarahkan dan mengorganisasikan tingkah laku.

Motif: alasan/dorongan yang menyebabkan seseorang berbuat sesuatu/melakukan tindakan/bersikap tertentu.

Pembahasan tentang motivasi menjawab pertanyaan MENGAPA
Mengapa dia bersikap demikian?
Mengapa dia bertingkah laku aneh? dan seterusnya

Motivasi bukan merupakan suatu kekuatan yang netral atau kekuatan yang kebal terhadap pengaruh faktor-faktor lain, misal pengalaman masa lampau, taraf intelegensi, kemampuan fisik, situasi lingkungan, cita-cita hidup dsb.

MOTIF ada 2 unsur yang saling berinteraksi dalam diri dan dapat dipengaruhi unsur dari luar:
Dorongan/kebutuhan
Tujuan

Motivatif merupakan keadaan siap terjadi perbuatan.

TEORI MOTIVASI

TEORI KOGNITIF
Tingkah laku manusia semata-mata ditentukan oleh kemampuan berpikirnya.
tingkah laku tidak digerakkan oleh motivasi melainkan oleh rasio. Setiap perbuatan yang dilakukan sudah dipikirkan alasan-alasannya. Dalam teori ini juga diletakkan pentingnya fungsi kehendak yang disejajarkan dengan fungsi berpikir dan berperasaan, sejauh fungsi pikir dapat dipertanggungjawabkan. Oleh karena itu setiap orang sungguh-sungguh bertanggungjawab atas segala perbuatannya.
Kelemahan:
tidak menjelaskan tindakan manusia yang berada di luar kontrol rasio.

TEORI HEDONISTIS
Rasio dan kehendak diabaikan

Segala perbuatan manusia, entah disadari ataupun tidak disadari, entah timbul dari kekuatan luar atau pun kekuatan dalam, pada dasarnya mempunyai tujuan yang satu, yaitu mencari hal-hal yang menyenangkan dan menghindari hal-hal yang menyakitkan.
Kelemahan
sangat subyektif, misal pada orang yang bunuh diri apakah mencari kesenangan? apakah setiap tindakan sungguh-sungguh menghasilkan keenakan seperti yang diharapkan?
dianggap kurang ilmiah karena hanya mendasarkan diri pada pengalaman subyektif manusia.

Oleh T.Young dan David Mc Clelland teori ini diberi pengertian baru:

Semua rangsangan yang terdapat di lingkungan sekitar kita pada hakikatnya menimbulkan keadaan nikmat atau keadaan sakit. Rangsangan yang menimbulkan keadaan nikmat/enak menyebabkan seseorang bereaksi mendekati rangsangan itu. Sebaliknya rangsangan yagn menimbulkan keadaan tidak enak menimbulkan reaksi menjauh. Masalah rasa enak atau tidak enak yang dialami oleh seseorang itu banyak tergantung pada adaptasi seseorang dengan rangsangan yang mendahuluinya. Sebagai contoh, orang tidak akan begitu merasa terganggu dengan suara mesin yang sangat membisingkan, bila suara itu sudah biasa didengar setiap hari. Tetapi bagi orang yang belum pernah mendengarnya, suara itu akan dirasa sangat menyakitkan. misalnya lagi lagu yang dinyanyikan keras.

Jika dikaitkan dengan masalah motivasi:
tindakan seseorang sangat tergantung pada antisipasi/ekspektansi seseorang terhadap obyek/rangsangan yang dihadapinya. Antisipasi yang positif terhadap rangsangan akan menimbulkan reaksi mendekat, sedangkan antisipasi negatif menimbulkan reaksi menjauh. Obyek/Rangsangan yang membawa rasa nikmat / enak akan menimbulkan reaksi mendekat.

Unsur pokok motivasi adalah antisipasi.
Teori hedonistis menggunakan ‘affectivearousal model’: setiap rangsangan pada hakekatnya telah membawa keadaan yang menimbulkan rasa enak atau tidak enak.

TEORI INSTING
Setiap orang telah membawa ‘kekuatan biologis’ sejak lahirnya. Kekuatan biologis inilah yang membuat seseorang bertindak menurut cara tertentu. Kekuatan insting inilah yang seolah-olah memaksa seseorang untuk berbuat dengan cara tertentu, untuk mengadakan pendekatan kepada rangsangan dengan cara tertentu.

Kelemahan
sangat sulit membuat daftar insting dasar yang mencakup segala bentuk tingkah laku manusia, misal ada 12 insting dasar yang dikemukakan Mc Dougall: fight, repulsion, curiosity, pugnacity, self-abasement, self-assertion parental, reproduction, hunger, gregoriousness, acquisition dan construction.

TEORI PSIKOANALITIS
merupakan pengembangan teori insting

Menurut Freud:
tingkah laku manusia ditentukan oleh dua kekuatan dasar yaitu insting kehidupan dan insting kematian.
Insting kehidupan menampakkan diri dalam tingkah laku seksual, sedangkan insting kematian melatarbelakangi tingkah laku agresif. Insting kehidupan mendorong orang untuk tetap hidup dan berkembang. sedangkan insting kematian mendorong kearah penghancuran diri sendiri, mis bunuh diri, maupun penghancuran diri orang lain dalam bentuk tindakan agresif.

Motif manusia
motif seksual
motif menyerang
tingkah laku yang didorong kedua insting tadi sering tidak sesuai norma——diberi batasan —–menimbulkan kompleks terdesak—-motif tidak sadar.——-bisa muncul dalam bentuk mimpi, salah ucap dsb.

TEORI KESEIMBANGAN
Tingkah laku manusia terjadi karena adanya ketidakseimbangan di dalam diri manusia.

~ by gunawanprayitna on November 8, 2009.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: