Pengetahuan Seputar Chloramphenicole

Nama populer: Chloramphenicol
Nama resmi : D(-) treo-2-diklorasetamido-1-p-nitrofenilpropana-1, 3-diol
Rumus kimia : C11H12Cl2N2O5
PeMeriAN
Bentuk :
• hablur halus berbentuk jarum atau lempeng memanjang.
Warna :
• putih sampai putih kelabu atau putih kekuningan;.
Sifat Lain :
• tidak berbau;
• rasa sangat pahit;
• dalam larutan asam lemah, mantap
• Stabilitas bahan
• Stabil dalam larutan netral atau larutan agak asam
Kategori farmakotrerapi: Antimikroba
 Kloramfenikol bekerja dengan jalan menghambat sintesis protein lemak. Yang dihambat adalah enzim peptidil transferase yang berperan sebagai katalisator untuk membentuk ikatan-ikatan peptide pada proses sintesis protein kuman. Efek toksik kloramfenikol pada sel mamalia terutama terlihat pada sistem hemopoetik dan diduga berhubungan dengan mekanisme kerja obat ini. Pada konsentrasi tinggi kloramfenikol kadang-kadang bersifat bakterisid terhadap kuman-kuman tertentu. Kloramfenikol sebaiknya hanya digunakan untuk mengobati demam tifoid, salmonelosis lain dan infeksi H.influenza. Infeksi lain sebaiknya tidak diobati dengan kloramfenikol bila masih ada antimikroba lain yang lebih aman dan efektif.
RUTE PEMBERIAN
 Oral
o Kapsul: alchlor, kemocol, megachlor microtina, seleskol, colachlor, varicetine, zenichlor, xepanicol, medichlor, licochlor, colcetin, colme, bufacetin, hufamycetin, grafacetin, etagemycetin, empeecetin, combicetin, medichlor, megachlor, microtina, seleskol, solachlor, zenichlor, xepanicol, farsycol, chloramphenicol.
o Serbuk: canicol
o Sirup: alchlor, licoklor, colme, bufacetin, heromycetine, etagemycetin, combicetin, magnachlor, medichlor, zenichlor, xepanicol.
o Suspensi: citophenicol, colcetin, emkacetin, empeecetin, novachlor suspensi, suprachlor.
o Kapsul lunak: magnachlor.

 Topikal
o Salep: cendomycetin salep, chloramidina salep, ikamicetin, kemicotin salep
o Cream: bufacetin krim, armacort, vanguin plus, particol, cendomycetin, farsycol, hexacort, indoson, kemicort forte, klorfeson, enkacetyn krim, chlorampecort.

 Lokal
 Rute intraocular:
o Salep: cendofenicol, spersanicol, cendomycos tetes mata, colme , kemicort obat
o Larutan tetes/ guttae: albucetyn, cendofenicol, spersadex comp. , spersanicol, cendomyces tetes mata,cloramidina, colme, kemicort obat mata, kloramixin.
 Rute intraaural:
Larutan tetes/ guttae: decacetine, ototlin, ramicort, oticol obat tetes telinga, enkacetyn tetes telinga, colme, erlamycetine tetes telinga.
 Parental
o Ampul: cilsancetine
o Vial: chloramidina, cilsancetine, chloramex, chlorbiotic

Khasiat dan Kegunaan klinis:

1.Demam tifoid

Demam tifoid[1][2] (bahasa Inggris: typhoid fever), atau yang di masyarakat Indonesia lebih dikenal dengan nama tifus,[3][4] adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Salmonella enterica, khususnya turunannya yaitu Salmonella Typhi.[5] Penyakit ini dapat ditemukan di seluruh dunia, dan disebarkan melaui makanan dan minuman yang telah tercemar oleh tinja.

Setelah infeksi terjadi akan muncul satu atau beberapa gejala berikut ini:
• demam tinggi dari 103° sampai 104°F (39° sampai 40°C) yang meningkat secara perlahan
• tubuh menggigil
• denyut jantung lemah (bradycardia)
• badan lemah (“weakness”)
• sakit kepala
• nyeri otot myalgia
• kehilangan nafsu makan
• konstipasi
• sakit perut
• pada kasus tertentu muncul penyebaran vlek merah muda (“rose spots”)

2.Paratifoid
Demam pada hewan/unggas . disebabkan oleh salmonella sp.menimbulkan infeksi kronis pencernaan pada unggas.. penyakit ini tersifat oleh adanya diare dan nekrosis fokal pada berbagai organ.

3.Rickettsia

Penyakit Rickettsia atau tifus adalah berbagai penyakit yang disebabkan oleh bakteri familia Rickettsiae. Penyakit ini disebarkan oleh arthropoda, khususnya kutu, tungau, dan caplak. Tiga jenis typhus utama adalah tifus epidemik, tifus endemik, dan tifus belukar. Jenis lain tifus yang juga sering ditemukan adalah penyakit Brill-Zinsser, yang merupakan tifus epidemik yang muncul kembali setelah bertahun-tahun sembuh. Tifus epidemik dan penyakit Brill-Zinsser disebabkan oleh bakteri Rickettsia prowazekii. Tifus epidemik disebarkan oleh kutu badan. Tifus endemik disebabkan oleh bakteri Rickettsia typhi, yang disebarkan oleh kutu. Tifus belukar disebabkan oleh bakteri Rickettsia tsutsugamushi (dahulu bernama Orientia tsutsugamushi), dan disebarkan oleh tungau dan caplak. Jenis tifus lainnya antara lain demam berbintik gunung Rocky, Rickettsialpox, demam Boutonneuse, tifus caplak Siberia, tifus caplak Australia, dan demam berbintik Orienta

4.Bruselosis
Brucellosis merupakan penyakit zoonosis yang disebabkan oleh bakteri genus Brucella . Brucellosis di Indonesia dikenal sebagai penyakit reproduksi menular pada ternak, tetapi sebagai penyakit menular pada manusia, penyakit ini belum banyak dikenal di masyarakat .
Hewan yang terinfeksi kuman Brucella dapat mengalami abortus, retensi plasenta, orchitis dan epididiniitis serta dapat niengekskresikan kuman ke dalam uterus dan susu . Penularan penyakit ke manusia terjadi nielalui konsumsi susu dan produk susu yang tidak dipasteurisasi atau melalui membrana mukosa dan kulit yang luka . Berat ringan penyakit tergantung strain Brucella yang menginfeksi. Brucella abortus, B. melitensis, B. suis dan B. canis adalah strain yang patogen ke manusia . Gejala klinis brucellosis pada manusia yaitu demam intermiten, sakit kepala, lemah, arthralgia, myalgia dan turunnya berat badan . Komplikasi penyakit dapat terjadi berupa arthritis, endokarditis, hepatitis granulona, meningitis, orchitis dan osteomyelitis serta dilaporkan dapat pula mengakibatkan abortus pada wanita hamil . Diagnosis brucellosis dilakukan dengan isolasi Brucella spesies dalam darah dan urin serta uji serologis . Pengobatan antibiotika dapat diberikan pada orang yang terinfeksi tetapi memerlukan waktu lama. Kontrol brucellosis pada manusia dapat dilakukan dengan pengendalian brucellosis pada hewan melalui program eradikasi yang komprehensif berupa program vaksinasi yang diikuti dengan eliminasi hewan positif brucellosis secara serologis .

5.Meningitis non TBC
Meningitis adalah radang membran pelindung sistem syaraf pusat. Penyakit ini dapat disebabkan oleh mikroorganisme, luka fisik, kanker, atau obat-obatan tertentu. Meningitis adalah penyakit serius karena letaknya dekat otak dan tulang belakang, sehingga dapat menyebabkan kerusakan kendali gerak, pikiran, bahkan kematian.
Kebanyakan kasus meningitis disebabkan oleh mikroorganisme, seperti virus, bakteri, jamur, atau parasit yang menyebar dalam darah ke cairan otak. Daerah “sabuk meningitis” di Afrika terbentang dari Senegal di barat ke Ethiopia di timur. Daerah ini ditinggali kurang lebih 300 juta manusia. Pada 1996 terjadi wabah meningitis di mana 250.000 orang menderita penyakit ini dengan 25.000 korban jiwa.

6.Meningitis dan Septicaemia
Meningitis dapat disebabkan oleh bakteri (misalnya: Haemophilus influenzae tipe b, Streptococcus pneumoniae dan Neisseria meningitidis), dan juga virus. Beberapa bakteri yang menyebabkan meningitis (radang selaput otak) juga dapat menyebabkan septicaemia (keracunan darah). Banyak penderita infeksi meningococcal atau pneumococcal mengalami meningitis maupun septicaemia, walaupun beberapa orang mengalami meningitis atau septicaemia saja.
Gejala awal meningitis dan septicaemia termasuk demam, muntah, sakit kepala, tangan dan kaki dingin, nafas tersengal, mengantuk, serta nyeri perut, sendi atau otot. Gejala ini tidak seluruhnya muncul sekaligus dan boleh jadi disertai oleh gejala lain seperti leher kaku dan tidak tahan terkena cahaya terang.
Penderita meningococcal septicaemia sering mengalami ruam, yang bernama ruam haemorrhagic. Septicaemia dapat timbul secara cepat dan dalam kasus yang parah, ruamnya dapat menyebar saat Anda menyaksikannya. Harus disadari bahwa ruam tidak selalu terjadi, khususnya dengan pneumococcal septicaemia.
Baik septicaemia maupun meningitis memiliki angka kematian tinggi.
Meningitis akibat bakteri dapat diobati dengan sejumlah antibiotik yang efektif, walaupun beberapa bakteri kebal terhadap antibiotik ini. Juga terdapat beberapa vaksin efektif yang ikut melindungi bayi, anak dan dewasa terhadap beberapa penyebab meningitis seperti S. pneumoniae, N.meningitidis dan Haemophilus influenzae.

7.Konjungtivitis
Bayi baru lahir bisa mendapatkan infeksi gonokokus pada konjungtiva dari ibunya ketika melewati jalan lahir. Karena itu setiap bayi baru lahir mendapatkan tetes mata (biasanya perak nitrat, povidin iodin) atau salep antibiotik (misalnya eritromisin) untuk membunuh bakteri yang bisa menyebabkan konjungtivitis gonokokal.
Orang dewasa bisa mendapatkan konjungtivitis gonokokal melalui hubungan seksual (misalnya jika cairan semen yang terinfeksi masuk ke dalam mata). Biasanya konjungtivitis hanya menyerang satu mata.
Dalam waktu 12-48 jam setelah infeksi mulai, mata menjadi merah dan nyeri. Jika tidak diobati bisa terbentuk ulkus kornea, abses, perforasi mata bahkan kebutaan. Untuk mengatasi konjungtivitis gonokokal bisa diberikan tablet, suntikan maupun tetes mata yang mengandung antibiotik.
Gejala
Mata terasa kasar menggatalkan, merah dan mungkin berair. Kelopak mata mungkin menempel sewaktu bangun tidur. Konjungtiva yang mengalami iritasi akan tampak merah dan mengeluarkan kotoran. Konjungtivitis karena bakteri mengeluarkan kotoran yang kental dan berwarna putih. Konjungtivitis karena virus atau alergi mengeluarkan kotoran yang jernih.
Kelopak mata bisa membengkak dan sangat gatal, terutama pada konjungtivitis karena alergi.
Gejala lainnya adalah: – mata berair – mata terasa nyeri – mata terasa gatal – pandangan kabur – peka terhadap cahaya – terbentuk keropeng pada kelopak mata ketika bangun pada pagi hari
Konjungtivitis mudah menular, karena itu sebelum dan sesudah membersihkan atau mengoleskan obat, penderita harus mencuci tangannya bersih-bersih.
1. Usahakan untuk tidak menyentuh mata yang sehat sesudah menangani mata yang sakit.
2. Jangan menggunakan handuk atau lap bersama-sama dengan penghuni rumah lainnya.
3. Gunakan lensa kontak sesuai dengan petunjuk dari dokter dan pabrik pembuatnya.

~ by gunawanprayitna on November 8, 2009.

3 Responses to “Pengetahuan Seputar Chloramphenicole”

  1. Yth, Bpk.Gunawan,
    Saya sering sekali menderita Panas Dalam, sariawan, bibir selalu kering dan baru-baru ini ketika BAB selalu keluar darah. Suami saya kebetulan punya toko obat dan dia memberikan saya Etagemycetin, apakah obat yang cocok untuk penyakit saya ini?
    Terimakasih.

    • Yth. Ibu Ria,
      Berdasarkan atas keluhan yang ibu sampaikan, saya menyarankan agar ibu meminum obat golongan kortikosteroid dan disertai dengan antibiotik dan untuk sementara waktu usahakan jangan makan makanan yang bersifat asam, juga jangan makan pedas, jangan minum susu serta hindari kopi maupun teh, namun untuk lebih baiknya saya sarankan ibu tolong segera berkonsultasi dengan dokter atau tenaga medis yang terkait serta jelaskan seluruh keluhan yang diderita mengingat bila pengobatan yang diberikan kurang tepat maka dikhawatirkan akan dapat merugikan ibu sendiri. Sekian, saya mohon maaf jika ada kesalahan, terima kasih…

  2. saya seorang bapak mempunyai seorang anak usianya 6 tahun sejak kecil kalau dia kena pilek atau batuk saya lihat napsnya susah sekali dan untuk napas perutnya naik turun naik turun kami kedokter setempat sebut saja MRs.XXX resep yang obat yang dikasih etagemycetin suspensi chloramphenicol,benacol expectorant cough syrup dan serbuk apa yang tidak dikeetahui rakitannya.mohon bantuannya mengenai obat tersebut apakah tepat atau tidak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: